Rabu, 24 September 2008

Bout AIDS [1]

APAKAH AIDS ?

  • Penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh.
  • Virus penyebab AIDS adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus)
  • Penderita AIDS yang meninggal, bukan semata-mata disebabkan oleh virus AIDS, tetapi juga oleh penyakit lain yang sebenarnya bisa ditolak, seandainya sistem kekebalan tubuh tidak rusak oleh virus AIDS.

BAGAIMANA AIDS MENULAR ?

  • 75-85 % Penularan terjadi melalui hubungan seks (5-10 % diantaranya melalui hubungan homoseksual)
  • 5-10 % akibat alat suntik yang tercemar (terutama pada pemakai narkotika suntik)
  • 3-5 % melalui transfusi darah yang tercemar
  • 90 % infeksi pada bayi dan anak terjadi dari Ibu yang mengidap HIV
  • 25-35 % bayi yang dilahirkan oleh Ibu pengidap HIV akan menjadi pengidap HIV

GEJALA AIDS

  • Rasa lelah berkepanjangan
  • Sesak nafas dan batuk berkepanjangan
  • Berat badan turun secara menyolok
  • Pembesaran kelenjar (di leher, ketiak, lipatan paha) tanpa sebab yang jelas
  • Bercak merah kebiruan pada kulit (kanker kulit)
  • Sering demam (lebih dari 38 °C) disertai keringat malam tanpa sebab yang jelas
  • Diare lebih dari satu bulan tanpa sebab yang jelas

BAGAIMANA MENCEGAH AIDS

  • Tidak berganti-ganti pasangan seksual
  • Pencegahan kontak darah, misalnya pencegahan terhadap penggunaan jarum suntik yang diulang
  • Dengan formula A-B-C
    • ABSTINENSIA artinya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah
    • BE FAITHFUL artinya jika sudah menikah hanya berhubungan seks dengan pasangannya saja
    • CONDOM artinya pencegahan dengan menggunakan kondom

Bout Toxoplasma


Selama ini banyak yang beranggapan bahwa toxoplasma
itu sejenis virus. Mungkin itu karena pemeriksaan
laboratorium pada manusia terutama wanita yang
berkaitan dengan masalah kandungan, biasanya digabung
dengan pemeriksaan Rubella virus, Citomegalo virus,
dan Herpes virus (TORCH). Maka terjadilah salah
kaprah, orang-orang pun menyatakan toxoplasma itu
virus.

Sebenarnya toxoplasma termasuk dalam kelompok parasit
bersel tunggal (protozoa) dengan nama lengkap
Toxoplasma gondii. Sejauh ini siklus perkembangbiakan
toxoplasma hanya meneliti dalam usus kucing dan
sebangsanya (harimau, singa, kucing hutan dan hewan
lain yang termasuk keluarga kucing felidae.) Seekor
kucing yang terserang toxoplasmosis akan mengeluarkan
telur (ookista) toxoplasma pada waktu tertular untuk
pertama kalinya. Inipun hanya berlangsung beberapa
hari saja. Ookista ini keluar dari tubuh kucing yang
sakit bersama kotorannya (feces). Jadi hanya kucing
sakit akibat terserang toxoplasmosis saja yang
kotorannya mengandung berjuta-juta telor toxoplasma.
Ookista yang ada dalam kotoran kucing yang mengering
akan terbang tertiup angin dan kemudian menempel pada
rumput, daun, buah, batu, kayu, tanah dan tempat2
lain. Bisa juga pada saat turun hujan, kotoran kucing
dengan ookista ini akan ikut aliran air dan menyebar
ke segala penjuru. Ookista ini mampu bertahan hidup
hingga 18 bulan dalam tanah. Kemudian hewan ternak
seperti sapi, kambbing, domba, kerbau, juga burung dan
tikus memakan rumput, daun, buah, air, atau apa saja
yang tercemar oleh telur toxoplasma.

Manusia juga dapat tertular toxoplasma dengan cara
seperti ini. Dalam tubuh hewan selain kucing, ookista
akan berubah bentuk menjadi kista yang mampu
âEUR~bertapaâEUR(tm) di dalam jaringan tubuh. Penularan pada
manusia bisa terjadi lewat 3 cara yaitu :

1.. melalui plasenta dari ibu hamil pada janin yang
dikandungnya
2.. tertular secara langsung akibat ookista yang
termakan secara tak sengaja, misalnya lewat air yang
tercemar, tangan atau alat makan yang tercemar oleh
ookista toxoplasma.
3.. tertular secara tak langsung yaitu karena
memakan daging hewan (sapi, kambing, ayam, burung,
kelinci dll) yang terinfeksi, karena daging yang
mengandung toxoplasma dalam bentuk kista tidak dimasak
dengan sempurna.

Bagaimana kucing dapat tertular toxoplasma? Kucing
dapat tertular akibat memakan hewan mangsanya (tikus,
burung dll) atau daging mentah yang tercemar
toxoplasma. Anak kucing dapat pula tertular sejak
lahir dari induk yang terinfeksi.

Dari gambaran tersebut diatas dapat disimpulkan 4 hal
yaitu:

1.. kucing yang âEUR~memproduksiâEUR(tm) telur toxoplasma
hanyalah kucing yang terinfeksi toxoplasmosis

2.. telur-telur toxoplasma hanya dikeluarkan bersama
kotoran kucing penderita. Jadi tidak benar anggapan
yang menyebutkan bulu kucing menularkan toxoplasma,
kecuali pada bulu tersebut menempel kotoran dengan
telur toxoplasma. Tetapi mungkin bulu kucing yang
beterbangan akan sangat mengganggu terutama yang
alergi.

3.. kucing rumahan yang selalu mendapat makanan dan
minuman yang bersih dan higienis, serta kebersihan dan
kesehatannya terjaga dengan baik sangat kecil
kemungkinan terserang toxoplasmosis. Dalam hal ini
kucing liar yang ada di sekitar kita inilah yang
sangat berpotensi menularkan toxoplasmosis.
Mengurangi/menekan populasi kucing liar mungkin akan
mengurangi potensi serangan toxoplasma. Inilah
tantangannya.

4.. untuk menjadi seorang yang terifeksi
toxoplasmosis tidak harus memelihara kucing artinya
orang yang memelihara kucing belum tentu akan
terserang toxoplamosis. Penularan lebih terkait dengan
pola hidup dan kebersihan lingkungan.