Senin, 28 September 2009

Yakinlah, Bersama Kesulitan Ada Kemudahan

Bissmillahirohmanirrohim

Setiap makhluk pasti pernah memiliki masalah. Sekecil apa pun masalah tersebut setiap manusia pasti pernah menghadapinya.

Apakah masalah yang muncul itu berat/ringan. Yang jelas setiap manusia yg hidup di muka bumi ini pasti tidak akan bebas dari masalah. Jadi, pertanyaan yg muncul adalah apa sebetulnya hakekat dari masalah itu?!

Masalah sering diartikan sebagai suatu kendala yang menyebabkan terhambatnya sebuah aktivitas. Beda hal nya dg orang beriman dalam memandang suatu masalah. Masalah yang dihadapi manusia itu adalah nikmat dr ALLAH SWT yang harus disyukuri. Dan melalui masalah itu dapat mengukur kedekatan dengan ALLAH SWT.

Semua masalah yang muncul merupakan jalan yg akan menuntun seorang hamba agar selau ingat padaNYA. Selain itu seorang hamba bisa belajar hidup secara pasrah & mendapat hadiah berupa ketenangan & kesabaran.

Tak heran jika orang yg beriman seringkali bisa tersenyum manakala dia telah melewati masalah yg menghampirinya.

Oleh karena itu,jika sedang menghadapi masalah, maka bersykurlah kepadaNYA, sebab kita masih disayang oleh ALLAH SWT.

Agar kita bisa merasakan bagaimana nikmatNYA mendapat suatu masalah, maka hadapilah dengan sabar. Jangan lupa teruslah bangun prasangka baik padaNYA.

Mudah-mudahan kita nanti akan menjadi hamba pilihanNYA..
Amien...

Berdialog dg ALLAH SWT

Bissmillahirohmanirrohim

Sering kita dengar pendapat bahwa pada saat kita solat sesungguhnya kita sedang berjumpa dengan ALLAH SWT. Rasulullah SAW pun bersabda 'Ash shalaatu mi`rajul mu`minin' [solat itu adalah mi`rajnya orang yang beriman].

Solat secara bahasa berarti doa. Doa pada hakikatnya merupakan bentuk dialog antara manusia dg ALLAH SWT. Ketika sedang solat hakekatnya ia sedang bertemu dan berdialog dengan ALLAH SWT.

Ketika bertakbir dan memuji ALLAH, sesungguhnya ALLAH menjawab pujian itu. Ketika kita mabaca Al-Fatihah, sesungguhnya ALLAH meresponnya. Ketika kita berdoa sesungguhnya kita sedang berdialog dengan ALLAH. Dari setiap aoa yang kita minta sesungguhnya ALLAH memberikan jawaban.

Yang menjadi permasalahan dan pertanyaan...apakah kita pernah merasakan jawaban/respon ALLAH tersebut?!
Hampir kita tidak pernah merasakannya, hinggal mucul sangkaan bahwa ALLAH tidak mendengar doa kita, bahkan mungkin merasa doa kita tidak sampai ke ALLAH. Ada juga yang berpendapat bahwa hanya doa orang yang suci hatinya setingkat nabi atau minimal wali yang didengar ALLAH. Padahal kita semua tau ALLAH Maha Mendengar, Maha Dekat, Maha Pengabul Doa. Tapi seberapa percayakah kita?!

Sering kali terjadi dalam solat&doa kita, kita asyik membaca bacaan solat atau bacaan doa. Seringkali bacaan solat dilafalkan dengan cepat tanpa kita sadari maknanya. Seolah-olah solat yang terdiri dari pujian&permohonan itu adalah mantra atau aba-aba saja.

Betapa sering sekali kita menyepelekan ALLAH. Mentang-mentang ALLAH tidak kelihatan, kita suka bersikap seenaknya. Dalam kondisi ini pun sebenarnya ALLAH selalu merespon pujian&permohonan kita. Karena DIA Maha Dekat, Maha Pemaaf, Maha Tahu, Maha Cepat&selalu menepati janjiNYA.

Sebanernya dengan sikap yang tidak patut itu, kita sendiri yang rugi. Kita tidak mampu lagi menangkap jawaban ALLAH atas doa kita, karena kita terlalu sibuk&terburu-buru ketika menyampaikan permintaan. Lalu setelah menyampaikannya kita langsung saja meninggalkan ALLAH. Kita tidak peduli ketika ALLAH memberikan jawabanNYA. Kita banyak meminta, tapi tidak mempersiapkan diri untuk menerima apa yang kita minta. Dalam berdoa kita harus merendahkan hati&santun dalam menyampaikannya. Kita perlu sadari bahwa hanya ALLAH yang bisa mengabulkan doa kita.

Jangan berfikir jawaban ALLAH akan berupa kata-kata seperti halnya kita berbicara dengan sesama manusia. Jawaban ALLAH bukanlah berupa kata, suara/tulisan...

Misalnya kita mengalami kesulitan keuangan. Jika kita mohon rejeki pada ALLAH tidak serta merta lalu ada sejumlah uang disebelah kita/ada orang yang datang memberikan sejumlah uang/muncul gambaran yang menyatakan dimana ada harta karun..

Yang terjadi adalah beban di dada&kekalutan di pikiran yang timbul akibat kesulitan tersebut diangkat terlebih dulu oleh ALLAH. Sesaat setelah kita selesai berdoa, kita tetap tidak punya uang, tapi hati kita terasa lapang. Beban masalah seolah hilang begitu saja. Dengan pikiran jernih, ilham akan lebih mudah diterima. Hati yang lapang membuat wajah bersinar, menyenangkan orang yang memandangnya. Selanjutnya secara bertahap&pasti, rejeki datang dari arah yang tidak disangaka-sangka. "Tangan-tangan" ALLAH bergerak sedemikian halus hingga ketika masalah tersebut dapat diatasi, kita sering lupa bahwa kita pernah berdoa pada ALLAH untuk itu.

SUDAH BENARKAH SIKAP KITA DALAM BERDIALOG denganNYA?
BERPRASANGKA BAIK KAH SAAT KITA BERDIALOD denganNYA?


Mudah-mudahaan kita dapat merasakan respon ALLAH atas pemohonan yang disampaikan. Jika tidak, bukan berarti ALLAH tidak menjawab doa kita, tetapi kita yang tidak dapat menangkan responNYA.

Minggu, 27 September 2009

NIAT dlm SOLAT

NIAT menurut syara` adalah keinginan untuk melakukan sesuatu yang diikuti dengan perbuatan. Dari definisi tersebut dapat dikatakan niat ada sepanjang perbuatan tersebut dilakukan.

Niat solat bukan sekedar mengucapkan "ushalii". Bahkan mengucapkan "ushalii" bukan merupakan bagian dari solat.

Solat menurut definisi syar`i adalah ibadah yang terdiri dari rangkaian bacaan dan gerakan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.

Sementara itu mengucapkan "ushalii" terletak diluar takbir, artinya diluar kegiatan solat. "Ushalii" hanya sekedar bacaan yang membantu mengingatkan kita agar kita melakukan solat dengan penuh niat dalam arti sungguh-sungguh menghadapkan diri ke ALLAH sesuai dengan tata cara yang telah ditentukan.

Niat dalam solat harus ada sepanjang solat tersebut dilakukan. Sejak takbir sampai dengan salam. Jadi, takbirlah dengan niat, bacalah Al-Fatihah dengan niat, rukuklah dengan niat, seterusnya sampai salam. Artinya ketika takbir kita sadar bahwa ketika itu kita sedang mengagungkan kebesaran ALLAH. Ketika membaca Al-Fatihah kita sadar bahwa ketika itu kita sedang memulai berkomunikasi dengan ALLAH. Ketika rukuk kita sadar bahwa ketika itu kita sedang menundukkan diri di hadapan ALLAH SWT. Seterusnya kita selalu melakukan gerakan dan bacaan solat dengan penuh kesadaran hingga kita mengucapkan salam untuk menebarkan keselamatan ke sekeliling kita...

Sudah benar-benar niatkah..anda dalam mendirikan solat?!

Sang Pencipta Langit dan Bumi Bernama ALLAH SWT

Ketika anda menyebut nama Allah, kemanakah pikiran anda menuju?!

Nama adalah sebuah simbol dari pemiliknya. Ketika kita menyebut kata "ibu", maka pikiran kita langsung mengarah pada wanita yang melahirkan kita. Tetapi ketika menyebutkan ALLAH kita menjadi bingung dalam membayangkan "sosok" TUHAN.

Ketika kita menyebut nama ALLAH, tidak perlu kita membayangkan sosok ALLAH. Kareana kita tidak akan mampu melakukannya. ALLAH tidak serupa dengan apa pun juga, maka apa pun yang kita bayangkan mengenai wujud ALLAH pasti salah. Cukup sadari saja, bahwa yang kita panggil atau sebut namaNYA itu adalah DZAT pencipta langit dan bumi. DIA lah TUHAN yang menciptakan kita, memberi kita hidup, memberi kita rejeki sepanjang hidup, TUHAN yang sangat berkuasa, bahkan setelah kita mati sekalipun, DIA yang menetapkan siapa yang berhak masuk surga dan siapa yang dikirim ke neraka...

Andaikata bumi ini sebesar buah jeruk, maka manusia tak lebih besar dari debu-debu halus/sel kulit. Jika matahari sebesar jeruk, maka bumi kira-kira hanya sebesar butiran nasi. Manusia mungkin tak lebih besar dari molekul yang membentuk kulit jeruk. Jika galaksi Bima Sakti memiliki diameter sebesar jeruk, maka matahari hanyalah sebesar debu. Bumi mungkin sebesar sel kulit jeruk. Manusia hanyalah seperti elektron.

Jika alam semesta ini sebesar ruang keluarga anda, maka galaksi hanya sebesar debu. Matahari hanyalah seperti bakteri/virus yang berterbangan di udara. Bumi hanyalah sebesar atom oksigen. Manusia? Masihkan manusia bisa disebut sebagai ada?! Kita tidak ada apa-apanya di alam semesta ini, sementara ALLAH SWT Sang Pencipta lebih besar dari alam semesta itu sendiri...

Masih pantaskah kita bersikap sombong di bumi ALLAH ini?!