Senin, 28 September 2009

Berdialog dg ALLAH SWT

Bissmillahirohmanirrohim

Sering kita dengar pendapat bahwa pada saat kita solat sesungguhnya kita sedang berjumpa dengan ALLAH SWT. Rasulullah SAW pun bersabda 'Ash shalaatu mi`rajul mu`minin' [solat itu adalah mi`rajnya orang yang beriman].

Solat secara bahasa berarti doa. Doa pada hakikatnya merupakan bentuk dialog antara manusia dg ALLAH SWT. Ketika sedang solat hakekatnya ia sedang bertemu dan berdialog dengan ALLAH SWT.

Ketika bertakbir dan memuji ALLAH, sesungguhnya ALLAH menjawab pujian itu. Ketika kita mabaca Al-Fatihah, sesungguhnya ALLAH meresponnya. Ketika kita berdoa sesungguhnya kita sedang berdialog dengan ALLAH. Dari setiap aoa yang kita minta sesungguhnya ALLAH memberikan jawaban.

Yang menjadi permasalahan dan pertanyaan...apakah kita pernah merasakan jawaban/respon ALLAH tersebut?!
Hampir kita tidak pernah merasakannya, hinggal mucul sangkaan bahwa ALLAH tidak mendengar doa kita, bahkan mungkin merasa doa kita tidak sampai ke ALLAH. Ada juga yang berpendapat bahwa hanya doa orang yang suci hatinya setingkat nabi atau minimal wali yang didengar ALLAH. Padahal kita semua tau ALLAH Maha Mendengar, Maha Dekat, Maha Pengabul Doa. Tapi seberapa percayakah kita?!

Sering kali terjadi dalam solat&doa kita, kita asyik membaca bacaan solat atau bacaan doa. Seringkali bacaan solat dilafalkan dengan cepat tanpa kita sadari maknanya. Seolah-olah solat yang terdiri dari pujian&permohonan itu adalah mantra atau aba-aba saja.

Betapa sering sekali kita menyepelekan ALLAH. Mentang-mentang ALLAH tidak kelihatan, kita suka bersikap seenaknya. Dalam kondisi ini pun sebenarnya ALLAH selalu merespon pujian&permohonan kita. Karena DIA Maha Dekat, Maha Pemaaf, Maha Tahu, Maha Cepat&selalu menepati janjiNYA.

Sebanernya dengan sikap yang tidak patut itu, kita sendiri yang rugi. Kita tidak mampu lagi menangkap jawaban ALLAH atas doa kita, karena kita terlalu sibuk&terburu-buru ketika menyampaikan permintaan. Lalu setelah menyampaikannya kita langsung saja meninggalkan ALLAH. Kita tidak peduli ketika ALLAH memberikan jawabanNYA. Kita banyak meminta, tapi tidak mempersiapkan diri untuk menerima apa yang kita minta. Dalam berdoa kita harus merendahkan hati&santun dalam menyampaikannya. Kita perlu sadari bahwa hanya ALLAH yang bisa mengabulkan doa kita.

Jangan berfikir jawaban ALLAH akan berupa kata-kata seperti halnya kita berbicara dengan sesama manusia. Jawaban ALLAH bukanlah berupa kata, suara/tulisan...

Misalnya kita mengalami kesulitan keuangan. Jika kita mohon rejeki pada ALLAH tidak serta merta lalu ada sejumlah uang disebelah kita/ada orang yang datang memberikan sejumlah uang/muncul gambaran yang menyatakan dimana ada harta karun..

Yang terjadi adalah beban di dada&kekalutan di pikiran yang timbul akibat kesulitan tersebut diangkat terlebih dulu oleh ALLAH. Sesaat setelah kita selesai berdoa, kita tetap tidak punya uang, tapi hati kita terasa lapang. Beban masalah seolah hilang begitu saja. Dengan pikiran jernih, ilham akan lebih mudah diterima. Hati yang lapang membuat wajah bersinar, menyenangkan orang yang memandangnya. Selanjutnya secara bertahap&pasti, rejeki datang dari arah yang tidak disangaka-sangka. "Tangan-tangan" ALLAH bergerak sedemikian halus hingga ketika masalah tersebut dapat diatasi, kita sering lupa bahwa kita pernah berdoa pada ALLAH untuk itu.

SUDAH BENARKAH SIKAP KITA DALAM BERDIALOG denganNYA?
BERPRASANGKA BAIK KAH SAAT KITA BERDIALOD denganNYA?


Mudah-mudahaan kita dapat merasakan respon ALLAH atas pemohonan yang disampaikan. Jika tidak, bukan berarti ALLAH tidak menjawab doa kita, tetapi kita yang tidak dapat menangkan responNYA.

Tidak ada komentar: