Ketika anda menyebut nama Allah, kemanakah pikiran anda menuju?!
Nama adalah sebuah simbol dari pemiliknya. Ketika kita menyebut kata "ibu", maka pikiran kita langsung mengarah pada wanita yang melahirkan kita. Tetapi ketika menyebutkan ALLAH kita menjadi bingung dalam membayangkan "sosok" TUHAN.
Ketika kita menyebut nama ALLAH, tidak perlu kita membayangkan sosok ALLAH. Kareana kita tidak akan mampu melakukannya. ALLAH tidak serupa dengan apa pun juga, maka apa pun yang kita bayangkan mengenai wujud ALLAH pasti salah. Cukup sadari saja, bahwa yang kita panggil atau sebut namaNYA itu adalah DZAT pencipta langit dan bumi. DIA lah TUHAN yang menciptakan kita, memberi kita hidup, memberi kita rejeki sepanjang hidup, TUHAN yang sangat berkuasa, bahkan setelah kita mati sekalipun, DIA yang menetapkan siapa yang berhak masuk surga dan siapa yang dikirim ke neraka...
Andaikata bumi ini sebesar buah jeruk, maka manusia tak lebih besar dari debu-debu halus/sel kulit. Jika matahari sebesar jeruk, maka bumi kira-kira hanya sebesar butiran nasi. Manusia mungkin tak lebih besar dari molekul yang membentuk kulit jeruk. Jika galaksi Bima Sakti memiliki diameter sebesar jeruk, maka matahari hanyalah sebesar debu. Bumi mungkin sebesar sel kulit jeruk. Manusia hanyalah seperti elektron.
Jika alam semesta ini sebesar ruang keluarga anda, maka galaksi hanya sebesar debu. Matahari hanyalah seperti bakteri/virus yang berterbangan di udara. Bumi hanyalah sebesar atom oksigen. Manusia? Masihkan manusia bisa disebut sebagai ada?! Kita tidak ada apa-apanya di alam semesta ini, sementara ALLAH SWT Sang Pencipta lebih besar dari alam semesta itu sendiri...
Masih pantaskah kita bersikap sombong di bumi ALLAH ini?!
Nama adalah sebuah simbol dari pemiliknya. Ketika kita menyebut kata "ibu", maka pikiran kita langsung mengarah pada wanita yang melahirkan kita. Tetapi ketika menyebutkan ALLAH kita menjadi bingung dalam membayangkan "sosok" TUHAN.
Ketika kita menyebut nama ALLAH, tidak perlu kita membayangkan sosok ALLAH. Kareana kita tidak akan mampu melakukannya. ALLAH tidak serupa dengan apa pun juga, maka apa pun yang kita bayangkan mengenai wujud ALLAH pasti salah. Cukup sadari saja, bahwa yang kita panggil atau sebut namaNYA itu adalah DZAT pencipta langit dan bumi. DIA lah TUHAN yang menciptakan kita, memberi kita hidup, memberi kita rejeki sepanjang hidup, TUHAN yang sangat berkuasa, bahkan setelah kita mati sekalipun, DIA yang menetapkan siapa yang berhak masuk surga dan siapa yang dikirim ke neraka...
Andaikata bumi ini sebesar buah jeruk, maka manusia tak lebih besar dari debu-debu halus/sel kulit. Jika matahari sebesar jeruk, maka bumi kira-kira hanya sebesar butiran nasi. Manusia mungkin tak lebih besar dari molekul yang membentuk kulit jeruk. Jika galaksi Bima Sakti memiliki diameter sebesar jeruk, maka matahari hanyalah sebesar debu. Bumi mungkin sebesar sel kulit jeruk. Manusia hanyalah seperti elektron.
Jika alam semesta ini sebesar ruang keluarga anda, maka galaksi hanya sebesar debu. Matahari hanyalah seperti bakteri/virus yang berterbangan di udara. Bumi hanyalah sebesar atom oksigen. Manusia? Masihkan manusia bisa disebut sebagai ada?! Kita tidak ada apa-apanya di alam semesta ini, sementara ALLAH SWT Sang Pencipta lebih besar dari alam semesta itu sendiri...
Masih pantaskah kita bersikap sombong di bumi ALLAH ini?!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar