Rabu, 18 November 2009

Hadapilah Ujian Keimanan

Bissmilahirrohmanirrohim..

Ujian terberat yg dihadapi oleh seseorang hamba adalah sat dia diminta untuk membuktikan keimanannya pada ALLAH SWT.
Sebuah pernyataan telah beriman saja belumlah cukup bagi ALLAH SWT, perlu pembuktian terlebih dahulu..

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan 'Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya ALLAH mengetahui orang-orang yg benar dan Sesungguhnya DIA mengetahui orang-orang yg dusta." (QS. An-Ankabuut : 2-3)

Beruntunglah kita hidup di akhir jaman ini, sebab ujian iman yg kita hadapi untuk memnbuktikan keimanan tidaklah seberat spt yg dialami oleh para sahabt Nabi, yg pernah mengalami ujian berupa siksaan fisik yg sangat berat.

Sebaliknya ujian fisik pada jaman kita ini, nyaris sudah tidak aja lagi. Namun, bobot ujian yg kita hadapi juga tidak bisa dipandang remeh, yaitu ujian untuk melawan hasutan hawa nafsu&melawan pengaruh akal pikiran kita yg selalu mengajak untuk bersebrangan dg kehendak ALLAH SWT.

Ujian iman dalam bentuk yg lain, adalah agar tidak berprasangka buruk pd setiap kejadian yg ada di sekitar kita.
"Kami akan menguji kamu dg keburukan dan kebaikan sebagai cobaan yg sebenar-benarnya. Dan hanya kepada KAMIlah kamu dikembalikan". ( QS. Al-Anbiyaa` : 35)

Tatkal kita ditakdirkan ALLAH untuk menjadi seorang ahli maksiat. Padahal, kita tidak ingin menjadi hamba yg seperti itu, maka satu yg harus kita percaya bahwa di tempat tersebut ada banyak pelajaran yg bisa kita peroleh. Jika kita tidak pandai berprasangka baik pd ALLAH bisa jadi kita akan menuding ALLAH berlaku tidak adil pd diri kita.

Ketika kita dihadapkan dg sesorang hamba yg tengah berbuat maksiat di depan kita. Bagaimana sikap kita?Apakah kita akan mengadili org tersebut?Atau bersikap masa bodoh?Atau kita akan memaksa dia untuk segera bertaubat?

Jika kita memilih untuk mengadili, maka pertanyaan yg muncul adalah siapakah kita ini?
Patutkah kita mengadili sesama makhluk, sedang ALLAH SWT, DZAT yg telah menciptakan makhluk itu masih membiarkan mereka berbuat spt itu?Mengapa kita harus marah pada mereka?
Ujian jenis inilah yg paling berat, krn kita dihadapkan dg sesuatu yg bertolak belakang dg sifat ALLAH SWT. Kita seharusnya percaya, bahwa tidak mungkin ALLAH SWT menciptakan makhlukNYA untuk menjadi seorang ahli maksiat..Namun ada saja makhluk yg bermaksit kepadaNYA?

Jika benar kita memiliki iman, maka tidak mungkin kita akan menuding&mengadili org yg berbuat maksit. Justru sebaliknya, ketika melihat kerusakan seharusnya kita mendoakan agar org tersebut segera mendapat hidayah&ampunanNYA.

Sebab, org yg beriman sadar bahwa org yg masih berkubang dalam kemaksiatan itu mutlak ALLAH SWT yang menggerakkan.

Org yg beriman seharusnya tidak berlaku sebaliknya menghujat, mengadili, menghukumnya. Jika kita melakukannya, berarti kita telah mengambil peran ALLAH SWT Yang Maha Pengampun&Maha Penerima Taubat.Sangatlah tidak pantas jika kita sbg makhluk bersikap melebihi sikap Sang Pencipta thdp makhlukNYA.

Inilah ujian terberat yg dihadapi seorang hamba...

Mudah-mudahan ALLAH SWT memberikan kekuatan pada kita agar dapt melaluinya....AMIEN

"Bertakwalah pd ALLAH SWT dan bersabarlah. Sesungguhnya , kesabaran itu hanya terletak pada pukulan pertama musibah". (HR. Bukhari-Muslim)

Tidak ada komentar: