Minggu, 27 Desember 2009
Seni Sex Secara Islami - Seks Anal
Ada dua pendapat mengenai seks anal
1. Seks anal hukumnya tidak haram, namun hendaknya tidak dilakukan
2. Dalam hadist dikatakan "Dimakruhkan menyetubuhi istri dari duburnya."
Dalam masalah seks anal para mujtahid yang memakruhkan seks anal ini berpendapat :
1. Seks anal tidak haram namun sangat dibenci (makruh mendekati haram) dan harus seijin istri
2. Bila istri tidak mengijinkan, adalah wajib, demi kehati-hatian untuk menjauhi seks anal
Seks anal dapat menjadi haram bila hal itu menyakiti istri..
"Wanita adalah sarana kesenanganmu, maka janganlah menyakitinya."
Pendapat yang mengatakan seks anal haram, beradasarkan hadist :
"Baik menyetubuhi dari arah depan maupun belakang (tidak masalah), asalkan pada kemaluannya (bukan pada duburnya)". (HR. Bukhari dan Muslim)
"Perbuatan itu adalah liwath (sodomi) kecil, yakni menyetubuhi istri pada duburnya". (HR. Abu Dawud Ath-Thayalisi)
Seni Sex Sacara Islami - Seks Ketika Menstruasi
Normal bagi wanita, dalam setiap bulannya selalu mendapat haid/menstruasi.Dalam keadaan ini suami diharamakn untuk menyetubuhi istrinya yang sedang haid..
"Mereka bertanya kepadamu tentang haid.Katakanlah, Haid itu adalah kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu ditempat yang diperintahkan ALLAH kepadamu.Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang menyucikan diri." (QS.Al-Baqarah : 222)
Menurut syariat, lamanya periode bulanan wanita adalah 3-10 hari.Jika perdarahan berlangsung kurang dari 3 hari,maka itu bukan menstruasi.Jika Perdarah berlangsung lebih dari 10 hari, maka hari selebihnya tidak terhitung menstruasi, melainkan masa istihadhah.Dalam masa ini hubungan seks boleh dilakukan.
Larangan ini hanya berlaku bagi hubungan seks (kontak kelamin), sedangkan keintiman dalam bentuk yang lain tetap diperbolehkan.
TINJAUAN MEDIS
Berikut alasan medis pelarangan persetubuhan di saat menstruasi :
- Terlukanya kelamin wanita dan mungkin terjadinya peradangan dalam rahim, indung telur, sekitar tulang panggul
- Pada saat haid sesungguhnya wanita tertekan secara mental.Namun ketika mereka bersetubuh mereka terangsang secara mental.Hub. seks selama haid dapat mengakibatkan kekacauan mental
- Pada saat haid terjadi peningkatan detak jantung, metabolisme, mengalami kegelisahan, ketegangan otot, kekakuan pada leher, sering ngantuk, kurang nafsu makan gangguan sistem pencernaan.Hub. seks dapat memperparah kondisi ini.
- Selama haid wanita mengalami gangguan mental, spt marah dan depresi
- Hubungan seks selama haid dapat mengubah siklus normal haid wanita
- Hubungan seks yang dilakukan selama menstruasi sangat berresiko terhadap kesehatan, yakni kemungkinan menyebabkan infeksi, endrometriosis, dan emboli.
- Darah mentruasi adalah media yang sangat disukai bakteri untuk berkembang biak
- Ketika perempuan mentruasi tetap melakukan hubungan seks, risiko yang terjadi adalah infeksi organ reproduksi. Darah yang turut keluar, mengundang datangnya kuman, karena kuman sangat menyenangi darah sebagai media pertumbuhannya. Selain menyebabkan aliran darah mentruasi berbalik, kondisi ini beresiko dapat menyebabkan infeksi pada rongga panggul. Bukan tidak mungkin kondisi ini menjalar ke bagian tubuh lainnya melalui pembuluh darah yang terbuka di permukaan rahim saat haid.
- Resiko lainnya akibat berhubungan saat mentruasi dapat menyebabkan emboli udara. Pada saat mentruasi pembuluh darah terbuka, jika pada saat itu hubungan intim ada kemungkinan udara dapat masuk, akibatnya yang paling fatal bisa menyebabkan kematian. Bahkan beberapa penelitian menyatakan kemungkinan mendapat penyeakit menular lebih besar. Misalnya saja seperti gonorhea dan berbagai penyakit lainnya.
Bagaimana jika memakai kondom untuk menyetubuhi wanita yang sedang haid???
Jawabannya TIDAK BOLEH
Kenapa??
Karena perbuatan ini sudah haram berdasarkan keumuman larangan menyetubuhi ketika sedang haid.
Senin, 14 Desember 2009
Etimologi Lesbian
SEJARAH
Hubungan cinta sejenis antara perempuan pertama kali berasal dari Yunani kuno. Sappho, eponim dari "sapphism," diduga memiliki kehidupan cinta yang kompleks bahkan literatur kuno juga menyebut-nyebut hubungannya dengan lelaki; sementara nara sumber jaman dahulu, Maximus of Tyre, menganggap hubungannya dengan murid-murid perempuan di sekolah itu murni platonik. Intelektual modern, berdasarkan teks kuno, menunjukkan hubungan paralel jalinan cinta Yunani kuno antara lelaki dewasa dan anak-anak lelaki yang belum dewasa dengan Sappho dan anak didiknya, di mana baik pedagogi (pendidikan) maupun pederasti berperan. Hubungan lesbian juga diberitakan dalam Sparta Plutarch, teks kuno tentang orang-orang Lacedaemonia, yang memberitakan bahwa "cinta begitu dihargai di antara mereka sehingga anak-anak perempuan juga menjadi sasaran erotis perempuan-perempuan terhormat." Rekaman hubungan lesbian juga ditemukan dalam puisi dan cerita-cerita Cina kuno, tetapi tak didokumentasikan dengan rinci seperti homoseksualitas laki-laki. Pada jaman pertengahan ada laporan dari Arab tentang hubungan para penghuni harem. Mereka biasanya ditekan, bahkan atas perintah Kalifah Musa al-Hadi ada dua gadis yang dipenggal kepalanya ketika tengah bercinta.
KEBIJAKAN PUBLIK
Dalam masyarakat Barat larangan terhadap perilaku homoseksual perempuan tak sekeras larangan atas perilaku homoseksual lelaki.
Di Inggris lesbianisme tak pernah dilarang secara hukum seperti sodomi yang seringkali berakhir dengan hukuman gantung atau penjara; aktifitas seksual antara lelaki baru dilegalkan di Inggris dan Wales tahun 1967. Ada berbagai cerita lama yang diragukan keasliannya mengenai mengapa lesbianisme tak dianggap tindakan kriminal di Inggris. Salah satunya menyebutkan bahwa Queen Victoria menolak menandatangani RUU anti lesbian dengan bersikeras bahwa, "perempuan baik-baik tak akan melakukannya." Tetapi novel seperti The Well of Loneliness dianggap cabul dan disita.
Ajaran agama Yahudi mengutuk perilaku homoseksual lelaki tetapi tak banyak menyinggung mengenai lesbian. Namun pendekatan negara Israel yg modern, dengan mayoritas orang Yahudi yang sekuler, tak melarang atau menghukum orientasi seksual gay. Perkawinan antara pasangan gay tak diakui tetapi hukum dan adopsi resmi anak seorang gay oleh pasangannya telah disetujui dan menjadi preseden dalam keputusan pengadilan (setelah banyak banding pengadilan tinggi). Ada juga gay parade tahunan, biasanya diadakan di Tel-Aviv; tahun 2006, parade "World Pride" diadakan di Jerusalem.
Hampir tak ada toleransi bagi homoseksualitas gaya Barat di Timur Tengah, dengan kemungkinan perkecualian Turki. Tindakan ini bisa berakibat hukuman penjara, cambuk, atau hukuman mati di Iran, Saudi Arabia and Yemen. Meskipun hukum yang melarang lesbianisme di Iran baru-baru ini telah dicabut, hukum terhadap lelaki gay masih berlaku.
REPRODUKSI DAN HAK PENGASUHAN ANAK
Di beberapa negara, hak lesbian untuk mendapatkan akses akan teknologi melahirkan seperti teknologi bayi tabung (IVF) menjadi perdebatan. Di Australia, Pengadilan Tinggi menolak usulan Gereja Katolik Romawi untuk melarang lesbian dan perempuan lajang yang akan mengikuti program bayi tabung. Tetapi Perdana Menteri John Howard berusaha mengubah perundang-undangan untuk mencegah akses kelompok ini terhadap teknologi bayi tabung sehingga mengundang kemarahan dari komunitas gay dan lesbian.
Banyak pasangan lesbian berusaha mendapatkan anak melalui adopsi, tetapi tak setiap negara mengijinkannya.
SEKSUALITAS
Aktivitas seksual antara perempuan berbeda-beda seperti halnya dengan kaum heteroseksual dan lelaki gay. Ada perempuan yang melakukan hubungan sesama jenis tetapi bukan lesbian, melainkan biseksual. Sedangkan aktivitas seksual antar individu tergantung pada konteks hubungannya.
Perubahan kultur baru-baru ini di Barat dan di sebagian masyarakat lainnya membuat lesbian dapat mengekspresikan seksualitasnya dengan lebih bebas, sehingga ada beberapa penelitian baru tentang keadaan seksualitas perempuan. Hasil riset yang diadakan oleh National Center for Health Research pemerintah AS tahun 2002 dikeluarkan dalam laporan yang terbit tahun 2005 berjudul 'Sexual Behavior and Selected Health Measures: Men and Women 15-44 Years of Age, United States, 2002'. Hasilnya menunjukkan bahwa diantara perempuan berusia 15-44 tahun, 4.4 persen pernah melakukan hubungan seksual dengan perempuan lain dalam 12 bulan terakhir. Ketika perempuan berusia 15–44 tahun ditanya, "Apakah Anda pernah mempunyai pengalaman seksual dengan perempuan lain?" 11 persen mengatakan "ya".
Banyak riset dan tulisan tentang seksualitas lesbian, yang menimbulkan perdebatan mengenai kendali perempuan terhadap kehidupan seksual mereka, keluwesan seksualitas perempuan, definisi ulang akan kenikmatan seksual dan pemaparan stereotype seksualitas yang negatif. Salah satu contoh dari yang terakhir itu adalah lesbian bed death, istilah yang diciptakan oleh peneliti seks Pepper Schwartz untuk menggambarkan penurunnya gairah seksual yang tampaknya tak terelakkan dari hubungan lesbian jangka panjang; pendapat ini ditolak oleh banyak lesbian yang mengatakan bahwa gairah cenderung menurun pada setiap hubungan dan banyak pasangan lesbian yang mengaku bahagia dan puas dengan kehidupan seksual mereka.
KULTUR
Segitiga Hitam digunakan Nazi untuk menandai perempuan yang “tak dapat diterima secara sosial” dalam camp konsentrasi. Lesbian dimasukkan dalam kategori ini. Sejak itu lesbian justru menggunakan Segitiga Hitam sebagai symbol perlawanan terhadap tekanan dan diskriminasi seperti halnya lelaki gay yang menggunakan Segitiga Merah Jambu.
Sebelum pengaruh seksologi Eropa muncul pada akhir abad 20, dalam istilah budaya homoseksualitas perempuan tetap hampir tak nampak dibandingkan dengan homoseksualitas lelaki, yang menjadi subyek hukum sehingga lebih diatur dan dilaporkan oleh media. Tetapi dengan dipublikasikannya karya-karya pakar seks seperti Karl Heinrich Ulrichs, Richard von Krafft-Ebing, Havelock Ellis, Edward Carpenter dan Magnus Hirschfeld, konsep homoseksualitas perempuan yang aktif menjadi lebih diketahui.
Homoseksualitas perempuan yang kemudian menjadi lebih tampak digambarkan sebagai kondisi medis. Dalam Three Essays on the Theory of Sexuality (1905), Sigmund Freud berpendapat bahwa homoseksualitas perempuan adalah inversi atau invert dan menurutnya invert perempuan memiliki karakteristik lelaki. Freud berpegang pada gagasan "third sex" (jenis kelamin ketiga) yang dipopulerkan oleh Magnus Hirschfeld dan yang lain-lain. Meskipun Freud mengakui bahwa ia secara pribadi tak melakukan pengkajian terhadap pasien yang "menyimpang", ia memberikan penekanan kuat atas sebab psikologis daripada biologis. Tulisan-tulisan Freud tak dikenal secara luas di Negara-negara yang berbahasa Inggris hingga akhir tahun 1920-an.
Kombinasi antara seksologi dan psikoanalisis ini akhirnya memiliki dampak kuat pada nada umum sebagian besar produksi-produksi budaya lesbian. Contoh yang nyata adalah novel The Well of Loneliness karya Radclyffe Hall terbitan tahun 1928 yang menyebut-nyebut para seksologis itu serta istilahinvert, yang kemudian jarang digunakan lagi. Interpretasi Freud akan perilaku lesbian sejak itu telah ditolak oleh sebagian besar psikiatris dan cendekiawan, meskipun riset biologis belakangan ini sekarang menghasilkan penemuan-penemuan yang mungkin memperkuat pengertian “third sex” yang digunakan Hirschfeld untuk menyebut ketertarikan sesama jenis.
Selama abad ke duapuluh, lesbian seperti Gertrude Stein dan Barbara Hammer menonjol dalam gerakan seni avant-garde A.S., bersama dengan tokoh-tokoh seperti Leontine Sagan dalam film layar lebar Jerman di masa sebelum perang dunia. Sejak 1890-an, karya klasik bawah tanah The Songs of Bilitis memberikan pengaruh pada kultur lesbian, dan buku ini memberikan inspirasi pada nama organisasi budaya dan yang pertama kali melakukan kampanye di Amerika Serikat, Daughters of Bilitis.
Selama 1950-an dan 1960-an, muncul cerita-cerita lesbian dalam bentukpulp fiction (yang dicetak dengan kertas berkualitas rendah sehingga harganya terjangkau) di AS dan di Inggris, kebanyakan dengan judul yang “bersandi” seperti Odd Girl Out, The Evil Friendship oleh Vin Packer dan seri Beebo Brinker karya Ann Bannon. Banyak juga karya fiksi lesbian dalam cerita-cerita dari Inggris yang mempunyai “sandi” dan kadang-kadang terang-terangan.
Selama 1970an, gelombang kedua novel lesbian jaman feminis menjadi lebih berorientasi politis, karya-karya itu seringkali membawa pesan-pesan ideologis yang eksplisit dari feminisme separatis, dan trend itu juga tampak pada seni lesbian. Novel Rita Mae Brown yang pertama Rubyfruit Junglemerupakan tonggak bersejarah dalam periode ini. Awal 1990-an kultur lesbian dipengaruhi oleh generasi yang lebih muda yang tak ambil bagian dalam "Feminist Sex Wars", yang dengan kuat mengetengahkan teori queerdan kultur queer.
Sejak 1980-an lesbian menjadi lebih nampak pada kultur mainstream: pada musik (Melissa Etheridge, K.D. Lang dan Indigo Girls), olah raga (Martina Navrátilová dan Billie Jean King), dan di buku komik (Alison Bechdel dan Diane DiMassa). Belakangan homoerotisme lesbian juga berkembang dalam seni fotografi dan tulisan pengarang-pengarang seperti Pat Califia, Jeanette Winterson dan Sarah Waters. Produksi film-film lesbian meningkat sepertiDesert Hearts, Go Fish, Watermelon Woman, Oranges Are Not The Only Fruit, Everything Relative dan Better than Chocolate. Novel klasik seperti karya Jane Rule telah dicetak ulang. Penulis akademis yang terkemuka dan kontroversial seperti Camille Paglia dan Germaine Greer juga memiliki identitas lesbianisme.
Sepanjang sejarah, ratusan lesbian merupakan tokoh terkemuka dalam seni dan budaya.
Olah raga kontak seperti sepak bola gaya Australia sangat populer di antara komunitas lesbian Australia. Peran serta dalam olah raga, khususnya olah raga kontak, adalah bagian dari sub-kultur lesbian. Sepak bola perempuan gaya Australia adalah contoh dari olah raga yang bersinggungan yang sangat populer dalam komunitas lesbian di Australia, sementara perkumpulan rugbi populer di banyak negara lain.
PENGGAMBARAN MEDIA
Lesbian seringkali menarik minat media masa, khususnya dalam hubungannya dengan feminisme, cinta dan hubungan seksual, perkawinan dan pengasuhan anak.
Media Televisi
• Kim Daniels dalam Sugar Rush
• Liz Cruz dalam Nip/Tuck
• Willow Rosenberg, Tara Maclay dan Kennedy dalam Buffy the Vampire Slayer
• Lindsay Peterson dan Melanie Marcus dalam Queer as Folk
• Maia Jefferies dan Jay Copeland dalam Shortland Street
• Lana Crawford dan Georgina Harris dalam Neighbours
• Dr. Kerry Weaver dan Sandy López dalam ER
• Helen Stewart dan Nikki Wade dalam Bad Girls
• Paige Michalchuk dan Alex Núñez dalam Degrassi:The Next Generation
• Hampir semua karakter dalam The L Word
• Spencer Carlin dan Ashley Davies dalam South of Nowhere
• Carol, mantan istri Ross, dan pasangan hidupnya Susan dalam Friends
• Marissa Cooper dan Alex Kelly dalam The OC
• Patty Bouvier, saudara perempuan Marge Simpson, dalam The Simpsons
• Naomi Julien dan Sonia Fowler, serta Della Alexander dan Binnie Roberts dalam EastEnders
• Thelma Bates dalam Hex
• Jessica Sammler dan Katie Singer dalam Once and Again
• Jasmine Thomas dan Debbie Dingle, dan Zoe Tate dalam Emmerdale
• Beverly Harris (dalam salah satu perubahan fiktif atas jalan cerita Roseanne) dan Nancy Bartlett dalam Roseanne. Pada episode terakhir Jackie Harris juga digambarkan sebagai lesbian.
• Serena Southerlyn dalam Law And Order
Sebagai tambahan, beberapa karakter mengaku sebagai lesbian (seringkali dengan bergurau), meskipun tak diketahui apakah memang benar mereka betul demikian. Pada beberapa kasus, para produser itu kelihatannya tak bermaksud memberikan implikasi seksualitas; pada kasus-kasus yang lain, ini seringkali tersirat tetapi tak secara terang-terangan.
• Xena dan Gabrielle dalam Xena: Warrior Princess. Kedua karakter ini tidak disebutkan secara terang-terangan dalam jalannya cerita sebagai lesbian, tetapi hubugan mereka tersirat melalui dialog-dialog yang secara komikal kabur dan tindakan-tindakan yang dikemas dengan makna ganda sehingga pemirsa dapat menarik kesimpulan sendiri, dan mungkin untuk menghindari kritik sambil menunjukkan toleransi pada lesbian.
Pelawak Chris Rock berkomentar dalam Saturday Night Live bahwa karakter Peanuts, Peppermint Patty, adalah seorang lesbian. Seringkali lesbian disebut dengan nada negatif sebagai "Peppermint Patties".
Dalam serial TV 1980-an L.A. Law ada kisah hubungan lesbian, yang menyebabkan kontroversi lebih dari yang ditimbulkan oleh karakter-karakter TV satu dekade kemudian. Miniseri BBC tahun 1989 Oranges Are Not The Only Fruit didasarkan atas novel karya penulis lesbian Jeanette Winterson dengan judul sama. Duo pop Rusia t.A.T.u populer di Eropa pada awal during 2000-an, video pop mereka mencuri perhatian dan disiarkan di TV karena musik mereka dipasarkan untuk lesbian, meskipun mereka bukan lesbian (tak jelas apakah ide ini muncul dari duo itu sendiri atau dari promotornya).
Serial sci-fi Babylon 5 pada salah satu episodenya menampilkan hubungan lesbian yang tersirat antara dua pemain (Talia Winters dan Commander Susan Ivanova). Tetapi ini tak pernah dinyatakan atau ditunjukkan secara gamblang, dan tak nampak lebih jelas pada episode lain. Pada akhir episode itu diungkapkannya bahwa Winters adalah mata-mata bawah sadar Psi Corps. Tetapi Ivanova belakangan mengaku kalau ia mencintai Talia, dan dengan terbuka mengatakan kalau ia biseksual
Serial sci-fi terkenal Star Trek: Deep Space 9 juga menampilkan beberapa episode yang mengandung unsur lesbianisme. Yang paling terkenal adalah episode “Rejoined” yang berpusat pada dua karakter perempuan (Jadzia Dax dan ilmuwan yang sedang berkunjung Lenara Khan) yang saling mencinta tetapi tak dapat menjalin hubungan karena tabu secara kultur. Adegan ciuman lesbian ditampilkan dan mengakibatkan larangan terhadap episode itu di beberapa negara bagian. Dalam episode tersebut, tabu itu disebut sebagai tabu Trill akan "reasosiasi", yang mengacu pada hubungan yang terjadi setelah sebuah Trill dialihkan ke host baru. Fakta bahwa kedua pemain itu berjenis kelamin perempuan tak pernah disebutkan, dan tampak jelas bahwa pada abad 24 hal ini telah diterima secara umum sehingga orang bahkan tak lagi mempersoalkannya. Episode tersebut membuat tayangan itu mendapat pujian dari komunitas GLBT. Tetapi hubungan yang sesungguhnya antara kedua tokoh itu bukanlah antara ke dua perempuan itu, Jadzia dan Lenara, tetapi antara simbion Trill androgini yang tinggal dalam diri mereka, Dax dan Khan. Hosts sebelumnya dari simbion Dax dan Kahn, Torias Dax dan Nilani Kahn, telah menikah dalam hubungan heteroseksuual. Dalam DS9, versi jadi-jadian beberapa tokoh utama mempunyai orientasi lesbian, biseksual, atau transeksual.
Artis dan pelawak Ellen DeGeneres dengan terbuka menyatakan kalau ia lesbian tahun 1997, dan karakternya dalam seri komedi Ellen juga melakukan hal yang sama segera setelah itu. Ellen, yang ketika itu ada dalam sesi ke empat, menjadi seri komedi Amerika pertama dengan karakter utama seorang lesbian. Episode coming-out itu memenangkan Emmy, tetapi serial itu dibatalkan setelah satu sesi kemudian..
Tahun 2000, tokoh Bianca Montgomery (Eden Riegel) diungkapkan sebagai gay dalam ABC Daytime Drama Series All My Children. Selama 2000 - 2005, Bianca adalah fokus untuk banyak jalinan cerita yang melibatkan seksualitasnya tetapi mungkin ia paling dikenal melalui cerita yang di mana tokohnya diperkosa dan kemudian anak yang lahir dari perkosaan itu dicuri. Sementara banyak orang memuji fakta bahwa seorang tokoh lesbian diberi cerita yang sedemikian menonjol, yang lain mengecam bagaimana tayangan ini kelihatannya tak mengijinkan Bianca berhasil menjalani hubungan jangka panjang dengan perempuan lain, dan justru selalu menempatkan Bianca dalam keadaan trauma.
Tahun 2004 ada The L Word yang kebanyakan berfokus pada kehidupan sekelompok lesbian yang berteman, dan Ellen DeGeneres memandu tayangan talk show di siang hari yang populer. Tahun 2005 pada satu episode The Simpsons berjudul "There's Something About Marrying", saudara perempuan Marge, Patty, mengaku sebagai lesbian.
Tahun 2005 dalam Law & Order diungkapkan pada penampilan terakhir asisten jaksa wilayah Serena Southerlyn bahwa tokoh itu lesbian. Sebelum hal itu diungkapkan, tak ada referensi yang jelas akan seksualitasnya tetapi ada kemungkinan tanda-tanda itu tampak pada pandangannya akan liberalisme Amerika, pembelaan akan perkawinan sejenis dan beberapa implikasi lain yang samar-samar.
Film Layar Lebar
Adegan dari Mädchen in Uniform (Jerman, 1931), film lesbian pertama. Film ini segera dilarang di Amerika Serikat, tetapi kemudian beredar setelah disensor habis-habisan. Ketika Nazi berkuasa, film ini dilarang, setelah itu sutradara Leontine Sagan dan banyak dari pemerannya mengungsi ke negara lain. (Penulis skenario Christa Winsloe akhirnya bergabung dengan kelompok resistensi Perancis, kelihatannya karena larangan itu, dan dieksekusi oleh Nazi tahun 1944).
Film bertema lesbian yang pertama adalah Mädchen in Uniform (1931), diangkat dari novel karya Christa Winsloe dengan sutradara Leontine Sagan, menelusuri kisah anak sekolah bernama Manuela von Meinhardis dan cintanya yang membara pada seorang guru, Fräulein von Nordeck zur Nidden. Ditulis dan diarahkan sebagian besar oleh perempuan. Tetapi dampak film ini terhadap klub lesbian Jerman tersamarkan oleh sekte yang mengikuti The Blue Angel (1930).
Hingga awal 1990-an, setiap ada hal yang berbau kisah cinta lesbian dalam film penonton hampir selalu harus mereka-reka. Estetika lesbian dalamQueen Christina (1933) dengan bintang Greta Garbo banyak disebut-sebut, meskipun film itu tidak tentang lesbian. Karya Alfred Hitchcock, Rebecca(1940), diangkat dari novel Daphne du Maurier, kurang lebih secara terbuka memaparkan lesbianisme, tetapi kedua tokoh yang terlibat tak ditampilkan dengan positif: Mrs. Danvers digambarkan sebagai orang yang obsesif, kurang waras dan punya kecenderungan untuk membunuh, sementara Rebecca yang tak pernah nampak digambarkan sebagai egois, jahat dan ditakdirkan untuk mati. All About Eve (1950) pada awalnya ditulis dengan seorang tokoh lesbian, tetapi menjadi sangat samar pada versi akhirnya dengan petunjuk dan pesan yang jelas untuk membuat penonton waspada.
Pada usia 26, penulis naskah Lillian Hellman berhasil membuat dramanya dipentaskan di Broadway; drama asli, diproduksi tahun 1931. Kisahnya tentang kepala asrama sekolah swasta perempuan dan seorang guru yang menjadi korban dari desas-desus yang dihembuskan oleh seorang siswi yang tidak senang; mereka segera menghadapi tuduhan jalinan hubungan lesbian. Pada babak terakhir, tuduhan itu ternyata direkayasa, tetapi nuansa lesbian yang disampaikan membuat banyak orang bertanya-tanya.
Drama yang dinominasikan untuk penghargaan Pulitzer itu dilarang di Boston, London, dan Chicago, tetapi memecahkan rekor AS dengan pertunjukan selama 691 kali berturut-turut di teater Broadway New York.
Hellman dilarang Hollywood selama beberapa tahun, tetapi pada tahun 1961 muncul versi layar lebar dari The Children's Hour dengan bintang feminis Audrey Hepburn dan Shirley MacLaine sebagai guru sekolah. Gambaran yang penuh makna dan pencerahan dari tema yang dalam dan gelap ditampilkan dalam film ini.
Film dengan muatan lesbian yang gamblang, tokoh-tokoh lesbian yang simpatik dan lesbian sebagai tokoh utama mulai muncul pada 1990-an. Menjelang 2000 beberapa film menampilkan tokoh yang menjelajahi isu-isu lebih dari orientasi seksual, mencerminkan pengertian yang lebih luas bahwa lesbianism lebih dari sekedar nafsu seksual. Misalnya film-film layar lebar yang dibuat untuk penonton umum seperti Bound (1996), Chasing Amy(1997), Kissing Jessica Stein (2001), dan Rent (2005, diangkat dari drama musikal Jonathan Larson). Banyak film lesbian yang tak berbahasa Inggris seperti Fire (India, 1996), Fucking Åmål (Sweda, 1998), Blue (2001 film)(Japan, 2002) dan Blue Gate Crossing (Taiwan, 2004).
Komik
Dalam mini seri komik mingguan DC, 52, versi baru Batwoman diperkenalkan. Menurut apa yang disampaikan sebelum komik itu beredar, Batwoman yang baru, dikenal sebagai "Kate Kane" akan mempunyai bagian yang berbeda dari semua versi lama yang menampilkannya sebagai lipstick lesbian, yang pernah menjalin hubungan dengan Detektif Renee Montoya.
Anggota tim komik Marvel, Runaways, bernama Karolina Dean adalah homoseksual ekstraterestial.
Salah satu isu utama dari novel dewasa Jepang Yokohama Kaidashi Kikō adalah perkembangan kisah asmara antara Alpha dan Kokone.
Dalam manga dan anime muatan lesbian disebut is shojo-ai sedangkan seks lesbian tanpa plot disebut yuri.
Video game
SaGa Frontier, judul PlayStation yang diproduksi oleh Squaresoft menampilkan karakter utama lesbian bernama Asellus. Cukup banyak dialog tentang lesbianismenya dan hubungan sesama perempuan yang disensor dalam terjemahan bahasa Inggris. Tokoh tambahan yang berhubungan dekat dengan kisah Asellus adalah gadis muda bernama Gina yang menjahitkan pakaiannya, seringkail membincangkan rasa tertariknya yang mendalam kepada Asellus, kegembiraannya saat ia ada bersamanya, dan cemburu akan perempuan lain yang dekat dengannya. Judul Playstation lain, Fear Effect 2: Retro Helix yang merupakan pendahulu dari Fear Effect, mengungkapkan bahwa Hana Tsu Vachel, salah seorang tokoh utama dalam kedua game itu, menjalin hubungan seksual dengan tokoh perempuan bernama Rain Qin.
FEMINISME

Pasangan Lesbian berpartisipasi pada Gay Pride di San Fransisco 2004
Dalam sejarah, banyak lesbian terlibat dalam perjuangan hak-hak perempuan. Pada akhir abad 19, istilah perkawinan Boston (Boston marriage) digunakan untuk menggambarkan ikatan asmara antara perempuan yang tinggal bersama dan ikut mendorong maraknya gerakan itu. Sesuai dengan tradisi penerimaannya yang luas, pada tahun 2004 Massachusetts menjadi negara bagian pertama Amerika yang mengesahkan hubungan sesama jenis
Selama 1970-an dan 1980-an dengan munculnya feminisme modern dan gerakan feminisme radikal, separatisme lesbian menjadi populer dan kelompok-kelompok lesbian datang bersama untuk tinggal dalam masyarakat komunal. Perempuan seperti Kathy Rudy dalam Radical Feminism, Lesbian Separatism, and Queer Theory, mengatakan bahwa menurut pengalamannya, stereotype (dan juga hierarki untuk menerapkannya) berkembang dalam masyarakat kolektif dari lesbian separatis, yang akhirnya membuat ia meninggalkan kelompok itu.
Selama 1990-an puluhan cabang Lesbian Avengers dibentuk untuk memberikan penekanan akan pemberian kesempatan bagi lesbian untuk tampil memperjuangkan hak-hak lesbian.
Am I Lez?
Apa Artinya Menjadi Lesbian?
Lesbian adalah perempuan yang mencintai perempuan. Lesbian tertarik secara seksual terhadap perempuan lain dan perasaan seksual mereka terhadap perempuan lain itu normal adanya serta wajar bagi mereka. Lesbian mengatakan mereka merasa lebih dekat secara emosi dan kejiwaan serta lebih menyukai hubungan intim dengan perempuan. Para ahli memperkirakan bahwa kira-kira 1 dari 10 orang mungkin lesbian atau gay, dan banyak perempuan yang tenar dalam sejarah adalah lesbian. Ada guru, dokter, pengacara, pekerja pabrik, polisi, politikus, menteri, bintang film, artis, ibu, suster, supir truk, model dan penulis novel yang lesbian. Ada orang kulit putih, kulit hitam, Asia, Hispanik dan orang Indian yang lesbian. Mereka bisa saja orang Yahudi, Katolik, Protestan, Buddha atau Muslim. Lesbian ada yang kaya, ada juga yang miskin, buruh kasar atau kelas menengah, muda atau tua. Ada lesbian yang berada dalam pernikahan secara heteroseksual. Ada juga lesbian yang cacat.
Bagaimana Aku Tahu Kalau Aku ini Lesbian?
Aku selalu tertarik pada perempuan. Aku ingat pernah punya perasaan khusus pada anak perempuan sejak aku masih kelas 3 SD meskipun aku tak menganggap diriku seroang lesbian. Aku bahkan tak tahu apa itu lesbian. Aku baru sadar saat kelas 1 SMP… hey, aku ini lesbian. Kristine, Michigan, usia 16
Well, yang jadi pertanyaan bukannya apakah tahu atau tidak tahu. Menerimanya, itulah yang jadi pertanyaan. Aku mulai tertarik pada anak perempuan sejak umur tujuh, jadi aku tahu kalau aku tidak lurus (belok). Hanya saja perlu beberapa waktu untuk mengatakan pada diriku sendiri, aku lesbian dan aku baik-baik saja. Lenore, Illinois, umur 16
Selama masa remaja, sebagian besar perempuan muda mulai menyadari perasaan seksualnya dan mempunyai minat untuk berkencan. Banyak perempuan muda secara fisik merasa tertarik pada lelaki. Tetapi ada juga perempuan muda yang tertarik secara fisik kepada perempuan. Kamu mungkin memperhatikan bahwa dirimu “terangsang” oleh perempuan lain. Kamu mungkin merasa berbeda dengan teman-teman perempuanmu yang lain, sepertinya kamu merasa kadang-kadang tak bisa klop. Ketika teman-teman perempuan melirik cowok, kamu mungkin malahan melirik cewek. Kamu tak berminat berkencan dengan cowok. Kamu mungkin bertanya-tanya, “Mengapa tak ada cowok seperti cewek-cewek keren yang seringkali aku jumpai?” Mungkin kamu merasa bingung juga atau tak yakin kalau kamu lesbian. Kamu mungkin bingung karena kamu tertarik baik pada lelaki maupun perempuan, dan itu tak jadi soal. Ada perempuan yang punya hubungan dengan lelaki maupun perempuan dalam hidup mereka. Ada juga perempuan yang pada akhirnya memutuskan untuk menjadi lesbian saja atau heteroseksual saja. Seksualitas biasanya berkembang seiring dengan waktu, jadi jangan khawatir kalau kamu tidak yakin.
Apakah aku normal?
Orang cenderung melihat unsur seks saja dari homoseksualitas, itulah yang mereka lihat. Mereka tak mengerti bahwa ini juga melibatkan cinta. Kepada siapapun kamu jatuh cinta, itu adalah seksualitas yang normal. Normal dalam mata orang yang melihatnya. Kristine, Michigan, umur 16 tahun
Normal itu berbeda-beda untuk setiap individu. Aku tidak bisa menilai kehidupan atau tubuh orang lain, atau apapun juga dengan standar aku. Aku cenderung untuk menertawakan orang yang berpikiran sempit. Juga, aku bersuara keras di sekolah jika ada siapapun juga yang membuat komentar sesingkat apapun yang sifatnya homophobia. Rachel, Maryland, umur 17 tahun
Ya, kamu normal. Banyak orang lesbian. Banyak ahli setuju kalau orientasi seksual seseorang ditentukan pada usia muda, bahkan saat baru lahir. Menjadi diri sendiri itu normal dan sehat, tak peduli apakah kamu lurus atau belok. Yang penting adalah belajar untuk menyukai dirimu sendiri.
Bagaimana Rasanya Menjadi Anak Remaja dan Lesbian?
Susah, kadang kala aku tak ingin jadi lesbian. Tetapi begitu besar cintaku kepada perempuan sehingga aku tak berniat menyembunyikannya. Red, Australia, umur 20 tahun
Aku dulu bingung oleh bagian dari kepribadianku itu, tetapi dengan berlalunya waktu, hal itu menjadi penting dan berharga dari diriku. Rasanya berat saat berurusuan dengan orang-orang lain, tetapi paling tidak aku tidak bohong dan itu membuatku merasa nyaman. Aku punya hak untuk menjadi diriku sendiri, dan aku punya kemauan untuk berjuang demi hak itu. Bukannya aku mau mengatakan bahwa ini mudah, karena seringkali ini tak tertahankan, tapi bahkan jika aku dapat merubah orientasi seksualku, aku tak akan melakukannya. Jessie, New York, umur 16 tahun
Tak ada yang benar atau salah tentang menjadi lesbian. Karena kamu tumbuh dalam masyarakat yang punya pandangan stereotip tentang lesbian, mungkin kamu beranggapan kalau kamu pastilah bertindak dengan cara tertentu kalau kamu lesbian. Orientasi seksual kamu hanyalah salah satu bagian dari dirimu. Kamu mungkin punya hobi dan minat yang sama seperti teman-teman kamu yang lurus. Homophobia berarti orang tak menerima lesbian dan lelaki gay, dan lesbian serta gay menderita karena diskriminasi dan kekerasan. Itulah sebabnya ada banyak organisasi gay dan lesbian yang memperjuangkan hak-hak sipil gay dan lesbian.
Bagaimana dengan HIV/AIDS?
Aku percaya kalau kamu ingin berhubungan seks, kamu akan melakukannya dengan aman, bahkan jika kamu lesbian. Aku masih perawan. Tetapi seandainya aku sedang berduaan dan kami berhubungan seks, kami akan melakukan hubungan seks yang aman. Tapi sebelum kami melakukannya, kami akan ikut test terlebih dahulu, dan kalau ia menolak, mungkin aku harus memikirkan ulang kelanjutan hubungan kita. April, Michigan, umur 16 tahun
Aku bersikeras akan seks aman. Meskipun ada rumor bahwa dykes tak bisa kena, aku tak mau ambil resiko. Aku selalu mengatakan pada pasanganku, dengan tegas, bahwa aku mau seks aman. Rayne, Pennsylvania, umur 17 tahun
Prinsipku adalah, kalau kamu tak siap untuk bicara tentang seks aman dengan pasangan kamu, mungkin kamu belum siap untuk melakukan hubungan seks. Ini merupakan hal imperatif untuk mengatahui resiko yang mungkin akan kamu hadapi. Annie, Minnesota, umur 17 tahun
Tiap orang harus tahu tentang HIV, virus yang menyebabkan AIDS, bagaimana penularannya, dan bagaimana mencegah agar tidak tertular. Kamu dan pasanganmu harus membicarakan faktor-faktor resiko diri kamu dan dirinya akan penularan HIV dan memutuskan cara seks aman seperti apa yang akan dipakai. Lesbian yang mempunyai resiko adalah mereka yang:
- Berbagi jarum kalau menggunakan suntikan narkoba
- Mempunyai hubungan seks dengan lelaki tanpa kondom (Harus diingat bahwa adanya lesbian muda yang melakukan kontak seksual dengan lelaki merupakan hal yang cukup biasa, paling tidak sekali-sekali),
- Melakukan oral seks dengan perempuan yang terkena HIV/AIDS tanpa pengaman
Inilah caranya bagaimana mengurangi resiko tertular HIV dan penyakit seksual lainnya.
Jangan menyuntik narkoba. Berbagi suntikan merupakan hal paling berbahaya yang bisa membuat kamu mempunyai resiko tertular HIV. lakukan komunikasi dengan pasangan kamu. Kamu tak harus berhubungan seks. Pilihkan kegiatan selain seks untuk menunjukkan rasa sayang: pelukan, ciuman, obrolan, pijitan. Gunakan dental dam atau pelindung yang terbuat dari karet lainnya untuk hubungan oral. Dental dam terbuat dari karet berbentuk kotak dengan sisi sekitar 15 cm, dirancang untuk digunakan dalam bedah gigi, dan dapat dibeli di toko-toko peralatan dan obat gigi. Kondom dari bahan karet yang dipotong bagian tengahnya atau bungkus plastik juga bisa efektif. Gunakan pelindung karet seperti sarung tangan bedah untuk merangsang pasangan kamu dengan jari, terutama kalau ada luka atau goresan di tanganmu. Pakailah selalu kondom kalau berhubungan dengan lelaki.
Bagaimana Aku Belajar Menyukai Diriku Sendiri?
Berbicara dengan seseorang adalah hal yang paling membantu buat aku. Kamu akan merasa tak sendirian. Film, buku, dan situs web juga berguna kalau tak ada orang yang bisa ditanya tentang hal-hal itu atau ketika kamu merasa kacau atau malu untuk membicarakan sesuatu. Aku memilih chatting room untuk gay dan lesbian, itu membantuku menemukan orang untuk bicara. Red, Australia, umur 20 tahun
Ada baiknya belajar melihat dalam diri kamu dan melihat bahwa bagian dari kepribadian kamu yang belok itu ada bersama dengan semua bagian dari dirimu yang tak terpisahkan Ada baiknya melihat bagaimana segala sesuatu yang kamu lakukan atau segala sesuatu tentang diri kamu bagaimanapun juga terpengaruh oleh orientasi seksual kamu. Aku sering menengok ke belakang untuk melihat apa yang terjadi dan tak dapat membayangkan kalau aku tidak belok. Jessie, New York, umur 16 tahun
Setiap orang perlu merasa nyaman dengan diri sendiri. Semua orang itu berharga. Mengembangkan rasa menghargai diri sendiri itu penting bagi anak muda, dan susah bagi gay atau lesbian muda untuk merasa nyaman dengan diri sendiri di saat banyak orang disekelilingnya yakin kalau lesbian dan gay itu sakit atau sesat atau ditakdirkan untuk hidup menderita. Kalau kamu merasa ingin menyembunyikan siapa kamu sebetulnya, hal ini dapat membuat kamu ingin melukai diri sendiri, mengambil resiko yang tak masuk akal, minum alkohol atau memakai narkoba atau mencoba bunuh diri. Kamu mungkin merasa terkucil, takut, dan tertekan, terlebih lagi jika tak ada orang untuk diajak bicara tentang menjadi lesbian. Tetapi, semakin banyak lesbian yang belajar untuk menjadi diri sendiri.
Kamu dapat mencari pertolongan dengan membaca buku yang baik tentang lesbian. Buku dengan informasi yang akurat tentang lesbian yang menjalani hidup dengan utuh. Bertemu dengan sesama lesbian juga bisa menolong, karena kamu akan melihat kalau lesbian itu juga bermacam-macam seperti halnya kelompok-kelompok orang lain dan bahwa masyarakat penuh dengan informasi salah tentang lesbian. Kamu dapat mengatakan kepada diri kamu sendiri setiap hari, “Aku lesbian dan aku baik-baik saja.” Cari seseorang untuk bercakap-cakap yang juga yakin kalau lesbian itu baik-baik saja. Cobalah tengok situs web www.youthresource.com danwww.ambientejoven.org. Situs web ini dikembangkan oleh dan bagi lesbian dan gay muda. Lebih dari 15.000 anak muda yang gay, lesbian, biseksual dan transgender mengunjungi situs ini setiap bulan; banyak dari mereka berkunjung berulang-ulang. Kamu akan menemukan komunitas dukungan. Ingatlah bahwa menjadi lesbian itu normal dan wajar, sama halnya seperti menjadi heteroseksual yang normal dan wajar.
Siapa yang harus diberi tahu? Kalau kamu merasa percaya diri, orang yang paling baik untuk diberitahu adalah orang yang kamu yakini akan menerima kamu dan mencintai kamu apa adanya. Lenore, Oregon, umur 16 tahun
Tak pernah ada waktu yang baik secara pasti untuk memberitahu orang karena memberitahu itu akan merekonstruksi pandangan seseorang akan dirimu, liberal atau tidak. Jadi, selalu sedikit mengejutkan bagi orang yang kamu beritahu. Tetapi kalau kamu sudah melewati rintangan itu, lalu jika mereka bereaksi secara positif, kamu akan merasa diterima. Kalau mereka berubah menjadi dingin dan tak mau berbicara dengan kamu maka kamu akan mengetahui kalau mereka bukanlah teman kamu. Rayne, Pennsylvania, umur 17 tahun
“Coming out” adalah proses menerima diri sendiri sebagai seorang lesbian dan melihat seberapa terbukanya yang kamu inginkan tentang orientasi seksual kamu. Banyak orang tak mengerti tentang lesbian dan mngkin akan sulit untuk mengetahui siapa yang bakal mendengarkan dan mendukung. Beberapa orang teman akan menerima kamu. Yang lain mungkin berpaling dari kamu atau memberitahu orang lain tanpa ijin dari kamu. Memberitahu keluarga seringkali sulit. Ada keluarga yang sangat mendukung, dan ada yang tidak. Mulailah perlahan-lahan. Pilihlah seorang teman sebaya, saudara, orang tua atau orang dewasa lainnya, misalnya pembimbing, konsultan, pekerja sosial di sekolah kamu atau seorang konsultan setempat atau dinas yang melayani pemuda. Sangatlah penting untuk berbicara dengan seseorang yang dapat kamu percaya karena tidaklah normal atau sehat bagi anak muda untuk menyimpan sebagai rahasia hal yang sedemikian pentingnya dalam hidup mereka.
Bagaimana Aku Dapat Menemukan Perempuan Lain Seperti Diriku?
Aku akhirnya berani pergi ke perkumpulan anak muda gay, lesbian, biseksual dan transgender. Aku rasanya tak mengucapkan lebih dari 10 kata dalam sebulan. Aku hanya merasa terpesona karena ada orang-orang yang merasa seperti yang aku rasakan. Sungguh menyenangkan. Kristine, Michigan, umur 16 tahun
Hubungi organisasi perempuan setempat, seperti Institut Pelangi Perempuan, Jurnal Perempuan atau Koalisi Perempuan Indonesia. Banyak akademi dan universitas yang mempunyai organisasi gay dan lesbian. Carilah bacaan tentang gay dan lesbian di toko buku setempat atau gay bar dan kafe untuk mendapatkannya.
Sumber : Institut Pelangi Perempuan
Lesbian, Normal kalee..!!!!
Mungkin memang belum banyak yang tau, kalau Persatuan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah mengeluarkan homoseksualitas dari daftar penyakit kejiwaan pada tanggal 17 Mei 1981. Setelah momentum penting itu terjadi, tiap tahunnya tanggal 17 Mei dijadikan sebagai Hari Internasional Melawan Homophobia (International Day Against Homophobia/IDAHO). Selain itu, pada tahun 1992 Persatuan Kesehatan Dunia mengeluarkannya dari daftar klasifikasi penyakit (International Classification Diseases).
Tapi sungguh disayangkan, selama ini masih jarang banget ahli psikologi atau psikiatri di Indonesia menginformasikan hal ini ke masyarakat luas. Dan kita bisa ngeliat justru masih banyak rubrik konsultasi seksologi atau psikologi di beberapa majalah dan koran lebih menyarankan seorang gay atau lesbian untuk bisa kembali menjadi heteroseksual dengan cara lebih banyak gaul dengan lawan jenis dan mengurangi pergaulan dengan teman-teman homoseksual yang dianggap menularkan sifat-sifat homoseks. Hal ini kemudian memunculkan sebuah pertanyaan di benak kita, kayaknya udah sering banget gaul dengan temen-temen heteroseksual tapi kok gak ketularan jadi heteroseksual ya? Emang panu kali ye menular..
Pernyataan-pernyataan yang sering diangkat bahwa menjadi seorang gay atau lesbian adalah penyakit atau abnormal, menyebabkan individu-individu pecinta sesama jenis kerap terganggu dengan orientasi seksual yang dimilikinya dan seringkali berusaha untuk menyukai lawan jenisnya atau dengan kata lain berusaha untuk menjadi seorang heteroseksual. Selain itu, perasaan-perasaan seperti tidak disukai, cemas dan sedih menjadi permasalahan yang harus dihadapi hampir tiap harinya. Konflik-konflik diri ini yang kemudian menyebabkan ngerasa kesepian, malu dan depresi. Semua itu begitu dirasakan dampaknya terutama oleh remaja gay dan lesbian yang dilaporkan tiga kali lebih mungkin mencoba untuk bunuh diri dibanding temen-temennya yang mencintai lawan jenis. Kenyataan ini kemudian juga menimbulkan peningkatan jumlah alkoholisme dan pemakaian zat terlarang lain pada gay dan lesbian remaja.
Diantara keresahan dan kegelisahan yang dialami temen-teman gay dan lesbian itu, ada pula yang tidak merasa terganggu oleh orientasi seksualnya dan tidak berusaha untuk mengubah dirinya menjadi seorang heteroseksual. Berdasarkan hasil penelitian, gay dan lesbian yang seperti ini justru mampu mencapai tingkat pendidikan, ekonomi, pekerjaan sama tingginya dengan orang-orang heteroseksual, bahkan kadang-kadang lebih tinggi. Bagi lesbian biasanya mereka dapat lebih mandiri, fleksibel, dominan, dapat mencukupi kebutuhannya sendiri dan tenang. Gay dan lesbian seperti ini juga lebih jarang mengalami kecemasan dan kesulitan psikologis daripada heteroseks. Karena mereka menerima dan tidak terganggu secara psikis dengan orientasi seksual mereka, sehingga mampu menjalankan fungsi sosial dan seksualnya secara efektif.
Nah, pastinya pengen banget kan untuk bisa ngerasa nyaman dengan orientasi seksual yang kita miliki? Memang dibutuhkan sebuah proses untuk dapat mencapai titik penerimaan seutuhnya pada diri kita. Alur proses itu tentunya bisa diawali dengan nggak lagi nyebut atau ngucap kata “sakit” untuk diri sendiri. Jika memang kita ingin dianggap “normal” oleh lingkungan sekitar kita, harus dimulai pada diri kita sendiri untuk mengatakan bahwa “Saya normal dan baik-baik saja”. Lagipula Persatuan Kesehatan Dunia sudah mengeluarkan pernyataan bahwa menjadi seorang perempuan homoseksual atau lesbian bukanlah penyakit kejiwaan, jadi gak ada alasan buat kita untuk masih sebut diri kita sebagai orang “sakit”.
Last but not least... Lesbian bukanlah penyakit. Lesbian hanyalah masalah orientasi seksual, dan kita tetap bisa menunjukkan karya-karya, prestasi atau buah pikir yang sama seperti manusia lainnya. Sudah terbukti banyak lesbian yang sukses pada profesinya masing-masing, yaitu menjadi penyiar televisi ternama, penyanyi terkenal, atlit internasional atau bahkan anggota parlemen. Lesbian, normal kalee...!!
Sumber : Institut Pelangi Perempuan

